Olasing ~ Bisnis Kuliner Camilan Unik Berbahan Singkong Beku

Membahas tentang dunia kuliner di Indonesia tentu tidak akan ada habisnya. Sebagai negara yang kaya dengan hasil alam, olahan kuliner dari Indonesia tentu sangatlah beragam dan mempunyai ciri khas tersendiri di setiap daerah. Namun dari semua jenis bahan kuliner, ternyata ada beberapa yang merupakan bahan umum dan terdapat di hampir semua wilayah di Indonesia.

Salah satunya seperti singkong atau ketela pohon. Tumbuhan umbi yang satu ini memang sangat adaptif dan bisa tumbuh di berbagai tempat beriklim tropis. Inilah yang menyebabkan kuliner olahan singkong menjadi sangat membumi di Indonesia. Alasan tersebut juga dimanfaatkan oleh seorang entrepreneur wanita bernama Sri Widiana yang berhasil mengkreasikan produk singkong menjadi kuliner unik dan menarik.

Berbekal keahliannya dalam mengolah makanan, Sri Widiana kemudian mencoba membuat kreasi singkong yang tidak biasa. Dengan cara dibekukan dan ditambahkan beberapa varian rasa yang menarik, produk singkong berlabel Olasing buatan Sri Widiana berhasil memikat minat konsumen dan mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit. Selengkapnya tentang ulasan bisnis Olasing bisa disimak pada artikel berikut ini.

Alasan Sri Widiana Membuka Bisnis Mandiri

Sebelum mengembangkan #bisnis kuliner seperti saat ini, nyatanya Sri Widiana pernah bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan swasta di kawasan Bekasi. Namun kala itu, sebagai konsekuensi pekerjaan dia kerap kali harus meninggalkan sang buah hati yang masih kecil dari pagi hingga menjelang sore hari. Lama-kelamaan dia berfikir bahwa, kondisi tersebut tidaklah baik untuk perkembangan sang anak.

Keputusan berat akhirnya diambil dengan keluar dari perusahaan dan fokus untuk mengurus sang buah hati. Hingga pada suatu hari dengan dorongan seorang teman dan juga kemampuan mengolah kuliner yang memang ia miliki sejak dulu, Sri Widiana akhirnya memberanikan diri untuk membuat sebuah olahan jajanan.

Mulai Membangun Bisnis Olasing

Setelah mulai berfikir merencanakan bisnis yang ingin ia garap, Sri memutuskan untuk mengolah singkong sebagai bahan dasar kuliner buatannya. Alasan pemilihan singkong, dikarenakan bahan ini sangat mudah didapatkan dan digemari hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Selain itu karena harganya terjangkau, modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis pun tidak terlalu besar.

Berbekal singkong tersebut, ia mulai berfikir bakal seperti apakah produk olahan dibuat nantinya. Jika hanya digoreng ataupun direbus, produk singkong seperti itu sudah jamak dan kurang memiliki nilai jual. Akhirnya ia berpikir untuk mengolah singkong dengan cara dilembutkan dan dikemas dalam kondisi beku.

Berbekal modal awal sebesar Rp5 juta, ia kemudian mulai mempersiapkan proses produksi singkong beku buatannya. Setelah mempunyai paduan resep yang pas, produk olahan singkong yang diberi label nama Olasing tersebut mulai dipasarkan dan diperkenalkan pada beberapa orang yang ia kenal.

Kelebihan dari produk Olasing adalah daya tahannya yang cukup tinggi. Jika disimpan dalam kondisi frezer, maka Olasing mampu bertahan hingga 7 bulan sejak tanggal produksi. Selain itu dengan taburan bumbu rasa Sabrina Cassava yang menggoda, bisa menjadikan rasa Olasing semakin spesial baik itu diolah dengan cara dikukus ataupun digoreng.

Meski terlihat sederhana, namun ternyata produk singkong beku yang bisa di olah kembali baik itu digoreng ataupun direbus, mampu menarik minat konsumen. Dari situlah ia semakin memperkenalkan produk olasing ke beberapa tempat seperti bazaar dan acara acara tertentu.

Perkembangan Bisnis Olasing

Sri Wardani menyampaikan setiap minggunya untuk memenuhi kebutuhan produksi dia menghabiskan hampir 100 kg singkong yang didapat dari beberapa lokasi di sekitar tempat tinggal. Dari situ ternyata daya Kreasi sri Wardani justru makin meningkat. Ia terinspirasi untuk membuat beberapa produk lain seperti lasagna singkong, semacam pasta yang terbuat dari tepung singkong dan daging ayam serta produk jus berbahan dasar rumput laut. Jus tersebut dihadirkan dalam berbagai rasa seperti mangga, sirsak, buah naga dan beberapa jenis buah lain.

Dengan harga juice susu besar Rp10.000 per botol, dan lasagna sebesar Rp25.000 per paket, enterpreneur wanita yang satu ini mengaku mampu mengantongi omzet tak kurang dari Rp50 juta per bulan. Ke depan harapan Sri Widiana adalah mempunyai gerai bisnis Olasing sendiri di beberapa lokasi.

Related posts

Leave a Comment