3 Faktor penunjang Waralaba

Bisnis waralaba makanan yang kini mulai tumbuh subur di Indonesia, menjadikan beberapa orang ingin mencoba untuk menjalankan bisnis serupa di bidang kuliner untuk mendapatkan keuntungan. Namun tidak semua usaha yang berbekal modal aji mumpung atau tawaran kerjasama di bidang kuliner akan berjalan dengan baik, jika anda tidak mampu mengenali dengan baik pangsa pasar maupun kebutuhan para pecinta kuliner yang ada di sekitar anda. Ketika anda ingin memulai bisnis waralaba makanan, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan dengan baik, agar anda tidak terjebak dengan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan bisnis anda nantinya.

Perhitungan Modal

Jika anda ingin membuka bisnis waralaba makanan dengan cara bekerja sama dengan pihak tertentu secara franchise atau membuka dengan perhitungan modal pribadi, anda harus memperhitungkan secara teliti. Termasuk dengan modal cadangan yang harus anda simpan untuk modal berjaga anda akan kebutuhan mendadak terkait bahan baku atau alat saji yang mungkin akan anda butuhkan di tengah anda memulai usaha. Sebelum memulai sebuah bisnis waralaba makanan, anda harus mengetahui betul jenis usaha makanan macam apa yang ingin anda geluti, hal itu akan membuat anda dapat menentukan besar modal minimal yang anda perlukan. Umumnya perhitungan modal untuk bisnis waralaba makanan menggunakan gerai non permanen akan lebih murah dibandingkan bisnis waralaba makanan  yang menggunakan tempat atau berbentuk restoran. Contohnya saja, perhitungan modal untuk membuka bisnis angkringan (sejenis tempat penyedia makanan aneka jenis dalam jumlah terbatas yang berharga murah) akan lebih sedikit dibandingkan restoran padang yang membutuhkan tempat.

Jenis Usaha    

Jika anda ingin memulai bisnis waralaba makanan  baik pribadi atau bersama kolega anda dengan ide yang masih belum matang, segera matangkan dan buat realisasi dari ide anda tersebut. Tentukan jenis usaha makanan yang ingin anda jalani, baik itu usaha makanan ringan (sup, jajanan pasar, mie), camilan, atau makanan berat dengan menu tertentu. Pastikan anda mengetahui juga resiko dari jenis usaha yang anda pilih, hubungannya dengan ketersediaan bahan baku, harga bahan baku, dan harga bahan pendukung lainnya. Hal tersebut perlu anda lakukan agar anda dapat meminimalisir resiko kerugian yang dapat anda derita jika perhitungan modal yang anda berikan ternyata meleset.

Kriteria Pembeli

Bisnis waralaba makanan yang anda buka tidak akan sukses jika tidak ada pebeli yang datang ke gerai anda. Ketika anda ingin membuka bisnis waralaba makanan , ada baiknya anda melihat pangsa pasar yang ada disekitar tempat bisnis anda, apakah banyak kalangan anak-anak, remaja, atau dewasa yang merupakan pekerja kantor. Dengan demikian, anda dapat menyusun strategi pemasaran yang pas untuk waralaba makanan yang anda miliki. Semoga anda dapat menjadikan informasi diatas sebagai pengetahuan, sebelum anda berniat memulai bisnis waralaba makanan.

Related posts

Leave a Comment