Momochi ~ Kreasi Bisnis Kuliner Mochi Isi Es Krim yang Unik Nan Nikmat

Banyak orang yang berfikir bahwa dunia bisnis selalu membutuhkan model yang cukup untuk bisa memulainya. Modal disini bisa diartikan mulai dari modal uang, ide, peralatan hingga keperluan lain yang bisa mendukung bisnis tersebut. Namun pada kenyataannya tidaklah selalu seperti itu.
Hal ini yang telah dibuktikan oleh seorang pengusaha kuliner asal kota Bogor bernama Iwan Widoyoko. Iwan merupakan founder dari bisnis kuliner camilan unik bernama Momochi. Produk kuliner berbentuk mochi yang diisi dengan es krim lembut ini, dulunya ia dirikan bahkan dengan modal yang sangat terbatas. Dengan keyakinan dan juga semangat untuk terus berkembang, buktinya Iwan berhasil membawa Momochi menjadi salah satu merek jajanan populer bahkan telah dipasarkan secara #franchise ke beberapa daerah di Indonesia.

Selengkapnya tentang bisnis kuliner Momochi, telah kami rangkum pada artikel di bawah ini.

Awal Mula Melirik Bisnis Kuliner

Ketika pertama kali terjun ke dunia #bisnis kuliner, Iwan Widoyoko sebenarnya tidak mempunyai modal yang besar kecuali tekad dan kreativitas dalam mengolah produk kuliner. Kala itu, Iwan yang memang gemar menyantap beragam jajanan khas daerah, berfikir untuk mengkreasikan jajanan daerah tersebut dengan tampilan dan konsep yang lebih modern.

Sebelumnya ia memang telah menekuni bisnis oleh-oleh khas Bogor. Dan setelah itu ia mulai melirik salah satu kuliner unik yakni mochi yang memang banyak dipasarkan di area Sukabumi utamanya di puncak Bogor. Namun karena dinilai sudah umum dan tidak mempunyai keunikan yang khas. Akhirnya ia mulai mengkreasikan jajanan yang berasal dari Jepang tersebut.

Ide Mochi Isi Es Krim

Kembali pada tahun 2011, waktu itu Iwan yang ingin membuka sebuah bisnis kuliner baru akhirnya memutuskan untuk menggarap kuliner mochi sebagai produk andalan. Namun tidak ingin memproduksi mochi dengan tampilan yang itu-itu saja, pria 31 tahun ini mencoba kreasi baru dengan mengisi kue mochi buatan dengan es krim yang lembut.

Pemilihan mochi sendiri tentu bukan tanpa alasan. Jajanan khas negeri matahari terbit ini memang mempunyai nilai jual tersendiri karena terkesan unik dan juga lucu. Dengan rasanya yang lembut dan dipadu dengan isian yang tak kalah menarik, tentu akan membuat para konsumen terpikat dan ingin mencobanya.

Setelah memutuskan untuk membuat mochi isi es krim, Iwan bersama sang istri mulai mencoba mengkreasikan menu yang pas untuk membuat produk mochi isi es krim tersebut. Dengan modal seadanya, selama 2 bulan Iwan terus mencoba dan berkali-kali pula mengalami kegagalan hingga akhirnya menemukan paduan resep yang pas baik dari segi rasa, tekstur maupun tampilan produk.

Iwan kemudian mengusung nama Momochi, nama tersebut diambil dari 2 kata yakni mo yang berarti mangkok dan mochi yang artinya bersih atau bisa diartikan juga kue mochi itu sendiri. Dari situlah ia mulai memperkenalkan produk mochi isi es krim yang ternyata cukup banyak mendapat apresiasi positif.

Perbedaan produk mochi buatan Iwan dengan produk mochi yang banyak dijual di area Sukabumi adalah, yang pertama tentu dari ketahanan terhadap suhu. Jika mochi sukabumi dapat dipasarkan pada suhu ruangan, tidak dengan produk Momochi yang harus disimpan di mesin pendingin bersuhu minus 15 derajat. Dan untuk rasa, tentunya produk Momochi lebih nikmat karena bakal menyuguhkan sensasi rasa lembut yang dipadu dengan dingin dan legitnya es krim beraneka rasa.

Pemasaran Produk Momochi

Ketika awal membuka bisnis, dan setelah mempunyai produk Momochi, Iwan kemudian mulai memasarkannya di salah satu mall yakni Cibubur Junction. Di lokasi itulah ia pertama kali menawarkan produk Momochi yang menyasar target kalangan menengah.

Alasan mengapa Iwam memilih target konsumen menengah adalah selain produk Momochi memang dibuat dengan kualitas yang baik, ia juga ingin mengangkat makanan khas daerah ke level yang lebih tinggi. Dengan packaging serta konsep modern, ternyata cukup banyak pengunjung yang tertarik untuk mencoba produk Momochi. Bahkan setelah beberapa waktu berjalan, Iwan mendapat tawaran untuk mengembangkan bisnisnya secara francais sehingga bisa dipasarkan secara luas.

Hingga saat ini setelah bisnisnya berkembang cukup besar, dengan dibantu oleh 7 orang karyawan, ia bisa membuat 300 buah mochi es krim ukuran besar, 300 ukuran kecil dan 80 pakai tepung adonan mochi yang dikirim kepada para mitra franchise-nya di berbagai daerah. Meski masih terkendala tentang pengiriman, namun Iwan yakin untuk terus melebarkan sayap bisnis bahkan hingga ke luar negeri dalam beberapa waktu mendatang.

Related posts

Leave a Comment